Banyak strategi yang bisa dilakukan untuk melakukan pemasaran di media sosial. Baik untuk bisnis dalam skala besar maupun bisnis skala kecil.

Kenapa penting? Karena saat ini sosial media marketing masih menjadi strategi marketing paling efisien dan worth-it. Dan tidak mengenal skala bisnisnya, bisnis yang nilainya masih jutaan pun bisa langsung menggunakan sosial media marketing. Contohnya adalah dengan menggunakan jasa iklan facebook dan jasa iklan instagram.

Untuk bisnis skala besar, biasanya mereka sudah memiliki konsumen tetap dari setiap produknya. Namun untuk bisnis skala kecil, biasanya mereka masih memerlukan banyak usaha untuk mendapatkan banyak konsumen. Oleh karena itu, mereka sangat perlu mempelajari strategi media sosial marketing untuk bisnis skala kecil. Sehingga mereka bisa menarik banyak konsumen melalui media sosial.

 

Secara sederhana, strategi Sosial Media Marketing adalah proses pemasaran yang dilakukan lewat media sosial. Promosi dengan cara ini adalah sebuah aksi pembuatan konten yang gunanya menarik perhatian masyarakat. Strateginya macam macam.

 

Baca juga :

Rekomendasi SMM Panel Termurah di Indonesia

 

1. Pelajari Selera Audiens
Pertama, lihat selera pelanggan atau audiens yang dituju. Selera audiens bisa jadi tolak ukur cocok tidaknya produk yang kita buat.

Dengan mengetahui selera target audiens, kita bisa menentukan dan menyiapkan konten menarik apa yang akan dibuat di media sosial. Semakin cocok selera pengguna medsos dengan konten yang kita sajikan, engagement pun jadi lebih besar.

2. Tentukan Platform yang Mau Disasar
Kedua, tentukan dalam platform atau media sosial mana produk akan dijual. Seperti yang kita ketahui, setiap platform memiliki fiturnya sendiri-sendiri. Hal ini akan berpengaruh terhadap pembuatan konten serta dari produk yang akan dijual.

Misalnya sebuah produk akan dipasarkan dan diunggah di Instagram. Maka, produk itu harus dipasarkan sesuai dengan masa kini atau dengan gaya milenial. Apa sebabnya? Kebanyakan Instagram dipakai oleh para milenial, sehingga kontennya harus disesuaikan target.

3. Ciptakan Konten yang Menarik
Konten yang menarik harusnya dapat menghasilkan peningkatan engagement dan sharing. Dengan konten yang menarik, audiens dapat bergerak membeli atau menggunakan produk yang dipasarkan.

Untuk menciptakan atau membuat konten yang menarik, kita tentu harus melakukan riset dulu. Cari tahu konten apa saja yang dibutuhkan dan disukai oleh audiens . Misalnya audiens di instagram lebih suka konten video, kita bisa fokus menciptakan video-video yang menarik.

4. Jadwalkan Waktu Posting
Atur kapan waktu yang pas untuk menjual serta mengunggah produk, dengan cara melihat kapan biasanya orang-orang aktif di media sosial.

Misalkan, sesuaikan jam ketika upload konten. Upload ketika jam berangkat maupun istirahat kerja karena orang lebih aktif di jam tersebut. Jangan mengunggah ketika jam 9 malam keatas saat orang tidur. Kemungkinan orang sudah banyak tertidur sehingga tidak bisa langsung melihat kontenmu.

5. Evaluasi
Media sosial akan menyajikan data-data yang akurat mengenai keberhasilan dalam proses kreasi konten dan juga marketing. Data-data ini dapat digunakan sebagai pembelajaran serta persiapan strategi Sosial Media Marketing yang lebih baik kedepannya.

Faktor-faktor lain yang bisa jadi tolak ukur keberhasilan promosi ini diantaranya ada jumlah orang yang melihat konten, jumlah followers (pengikut) yang didapat, serta seberapa banyak orang mengunggah ulang konten yang dibuat.

By toha