Dalam rangka memperkuat kemandirian dan ketahanan kekuatan negeri, PT Pertamina (Persero) lewat Subholding Gas, Subholding Kilang, Subholding Shipping dan PT Badak LNG bersinergi untuk sediakan infrastruktur Liquefied Natural Gas (LNG) terintegrasi untuk menolong pengembangan usaha kilang Pertamina di Cilacap.

Proyek ini dapat menyuplai gas bersama dengan peningkatan volume secara bertahap (ramp up) 111 MMSCFD selama 20 th. ke Kilang Cilacap dengan menggunakan Flow Meter Digital. Dilaksanakan bersama dengan skema Small Scale Land Based Regasification Terminal dan diperkirakan perlu biaya investasi (Capex) sebesar 151,7 juta dolar AS.

Komitmen kerja serupa ini diwujukan di dalam tiga Head Of Agreement (HOA) yang ditandatangani oleh Direktur Utama PGN M Haryo Yunianto, bersama dengan bersama dengan Djoko Priyono Direktur PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Erry Widiasto Direktur Utama PT Pertamina International Shipping (PIS), serta Direktur Utama PT Badak LNG Gema Iriandus Pahalawan Penandatanganan berikut disaksikan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati serta Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Mulyono.

Kesepakatan perlu berasal dari sinergi ini meliputi tiga lingkup yaitu, antara PGN dan KPI untuk penyediaan infrastruktur LNG. Berikutnya antara PGN dan PT Badak LNG untuk penyediaan fasilitas penyimpanan dan breakbulking LNG. Lainnya, antara PGN dan PIS untuk utilisasi kapal LNG bersama dengan skema long term time charter atau skema angkutan LNG lainnya.

Kerja serupa ini bisa jadi milestone untuk memperkuat sinergi yang saling menguntungkan antar subholding dan holding Pertamina Grup. “Kami menghendaki kerja serupa ini jadi semisal bagi subholding lain bahwa Pertamina Group bisa bersinergi dan membuahkan kegunaan yang luar biasa,” ujar Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Mulyono.

Mulyono terhitung mengungkapkan, proyek dapat digunakan untuk mengembangkan market LNG retail di Jawa Tengah bagian selatan dan membuahkan efisiensi luar biasa mencapai 58,5 juta dolar AS per th. bersama dengan pemakaian gas.

Kilang Cilacap yang merupakan tidak benar satu berasal dari 7 unit pengolahan di Indonesia, memiliki kapasitas mengolah sebesar 348.000 BSD. Kilang ini miliki nilai strategis bersama dengan memasok 34 prosen keperluan BBM nasional atau 60 prosen keperluan BBM di Pulau Jawa. Hal berikut sebabkan Kilang Cilacap jadi kilang bersama dengan kapasitas terbesar di Indonesia.

“Sebagai bagian berasal dari Holding Migas Pertamina, PGN secara penuh menolong pengembangan usaha Kilang Pertamina Cilacap. Proyek ini terhitung di dalam prioritas proyek PGN di dalam sediakan supply chain LNG yang terintegrasi. Semoga bersama dengan tersedianya supply chain dan infrastruktur LNG yang terintegrasi nanti bisa mencukupi keperluan gas di Kilang Cilacap bersama dengan pas biaya, kualitas dan waktu,” uja Direktur Utama PGN, M Haryo Yunianto.

Haryo menambahkan, sinergi ini jadi wujud pertolongan PGN pada Pertamina Grup di dalam mengelola portfolio LNG yang bisa dioptimalkan di dalam rangka subtitusi bahan bakar berjenis Residual Fuel Oil (FRO) jadi bahan bakar berbasis gas. “Proyek ini diinginkan bisa menambahkan kontribusi di dalam menumbuhkan perekonomian nasional dan bisa mengurangi impor serta menghimpit defisit neraca migas,”tutup Haryo.

By toha