Mengelola Sumber Daya Manusia Global

Mengelola Sumber Daya Manusia Global

Mengelola Sumber Daya Manusia Global

Globalisasi Sumber daya Manusia

Dengan munculnya ekonomi pasar bebas di mana persaingan dan globalisasi merupakan karakteristik yang paling penting, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang tersedia dengan daya saing tinggi adalah suatu keharusan. Basis keunggulan kompetitif telah berubah dari pendekatan tradisional ke pendekatan kontemporer, yaitu modal intelektual berbasis pengetahuan seperti kreativitas, inovasi, pembelajaran organisasi dan keterampilan strategis. Menurut Azhar, Affandi (2009: 1), pergeseran paradigma telah menghasilkan manajemen pengetahuan, yang dipandang sebagai sumber daya penting yang merupakan prasyarat untuk menciptakan keunggulan kompetitif bagi individu, unit, departemen dan organisasi.

Carl Davidson dan Philip Voss dalam Bambang Setiarso (2008:22) menyatakan bahwa manajemen pengetahuan sebenarnya adalah cara di mana perusahaan mengelola karyawannya, mengidentifikasi pengetahuan karyawan, menyimpannya dan membaginya dalam tim, serta meningkatkan dan menerapkan inovasi. Menurut Pleffer dalam Azhar Affandi (2009), sumber keunggulan kompetitif yang penting bagi setiap organisasi harus didasarkan pada aspek sumber daya manusia dan manajemennya.

 

Peran Sumber Daya Manusia

Peran Sumber Daya Manusia (SDM) sangat dibutuhkan untuk menyikapi perubahan yang sedang terjadi. Organisasi memainkan peran penting dan dapat mempengaruhi daya inovatif dan kemampuan organisasi untuk menyerap pengetahuan. Organisasi dapat berinovasi lebih baik karena organisasi memiliki divisi atau fasilitas penelitian dan pengembangan yang canggih. Menurut Barney dalam Azhar Affandi (2009:4), keberhasilan dalam menciptakan inovasi merupakan hal yang paling penting dan harus dimiliki oleh organisasi. Organisasi kompetitif adalah organisasi siswa dan organisasi kreatif, hal ini hanya mungkin terjadi jika interaksi dalam bentuk kegiatan pertukaran pengetahuan dilakukan dengan benar di dalam lembaga.

 

Bisnis Internasional

Di era globalisasi, perusahaan di pasar internasional harus mampu bertahan agar dapat bertahan. Semakin banyak perusahaan yang membuka pasar internasional dengan mengekspor produk mereka, membangun pabrik di negara lain dan bergabung dengan aliansi perusahaan asing. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan ini perlu membangun pasar global, mengikuti persaingan asing, mempekerjakan pekerja internasional dan mempersiapkan pekerja untuk tugas-tugas global.

Sebuah negara asing dapat menawarkan pasar baru dengan jutaan pelanggan baru untuk sebuah bisnis. Alasan lain mengapa bisnis cenderung memulai di luar negeri adalah karena biaya tenaga kerja dapat menurun – misalnya, gaji bulanan rata-rata di Cina hampir sama dengan gaji harian rata-rata di Amerika. Kemajuan TI juga berperan dalam kelangsungan bisnis internasional. Kemajuan teknologi dan komunikasi memudahkan bisnis untuk mendistribusikan pekerjaan di seluruh dunia. Tim pekerja dari zona waktu yang berbeda dapat terus melaksanakan proyek secara lokal atau berdasarkan bidang studi.

Kegiatan global ini didukung oleh perjanjian perdagangan internasional. Sebagian besar negara di Eropa Barat, misalnya, adalah anggota Uni Eropa, sehingga mata uang yang digunakan sama, yaitu euro. Kanada, Meksiko dan Amerika Serikat mempromosikan perdagangan di antara mereka dengan NAFTA (Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara). Selain itu, WTO (Organisasi Perdagangan Dunia) menyelesaikan sengketa perdagangan antara lebih dari 100 negara peserta.

Tren dan perjanjian perdagangan ini mendukung perdagangan internasional, yang secara otomatis mengarah pada peningkatan dan perubahan persyaratan manajemen personalia. Organisasi dengan pelanggan dan pemasok di negara lain membutuhkan staf yang memahami pelanggan dan pemasok. Organisasi yang beroperasi di negara lain harus memahami hukum dan peraturan yang berlaku di negara tersebut. Anda harus bisa menyesuaikan perencanaan tenaga kerja dengan cara ini. Perusahaan harus mampu mengkomunikasikan pelaksanaan praktik mereka kepada seluruh tenaga kerja internasional. Berbagai kegiatan internasional mengharuskan manajer untuk memahami prinsip-prinsip sumber daya manusia serta praktik umum di pasar dunia.

 

Tantangan Sumber Daya Manusia Dalam Hubungan Internasional

Tantangan dalam HRM meliputi:
1) Penyediaan: penempatan keterampilan yang tepat sesuai kebutuhan (terlepas dari lokasi geografis)
2) Diseminasi pengetahuan dan inovasi: diseminasi ke seluruh organisasi (tanpa memandang asal)
3) Identifikasi dan kembangkan bakat di seluruh dunia: kenali siapa yang melakukan yang terbaik dan kembangkan keterampilan mereka.

Tantangan MSDM menurut Mathis dan Jackson (2006: 46) adalah lingkungan yang mempengaruhi perubahan yang signifikan sebagai berikut.

  • Perubahan ekonomi dan teknologi
  • Ketersediaan dan kualitas angkatan kerja
  • Pertumbuhan angkatan kerja tidak tetap
  • Persoalan demografi
  • Penyeimbangan pekerjaan/keluarga
  • Penyusunan ulang organisasional dan merger/akuisisi.

Sumber Rangkuman Terlengkap : SeputarIlmu.Com