• Thu. Jul 29th, 2021

Sebelum kembali menjadi keadaan yang normal, selama sebentar terjadi halangan dari otot ketika terjadinya asupan oksigen ke bagian tertentu hal ini merupakan arti dari stroke ringan atau yang sering dikenal istilah medisnya sebagai transient ischemic attacj (TIA). Sebagai akibat terjadinya sumbatan arteri otak dari gumpalan darah kecil atau aterosklerosis yang terbawa masuk dari tempat lain dalam tubuh sehingga karena penyempitan arteri otak menyebabkan halangan tersebut terjadi. Dengan gejala yang bersifat temporer kebanyakan gejala stroke ringan hanya berlangsung kurang dari 10 menit saja. Namun selama beberapa jam bisa terjadi pada sebagian stroke ringan bahkan bisa dikategorikan sebagai stroke biasa bila berlanjut lebih dari 24 jam lamanya.

Gejala Stroke Ringan

Gejala stroke biasa mirip dengan stroke ringan. Tergantung dengan bagaimana dari sistem peredaran darah dan otak anda yang terkena berikut ini akan disebutkan beberapa gejala dari stroke ringan, diantaranya adalah :
Di satu sisi tubuh akan lemah dan lumpuhTangan dan lengan akan sulit untuk berkoordinasiSecara tiba-tiba hilang kesadaran dan ingatanMengalami ataxia atau tidak bisa berjalanMeskipun berbicara dengan intonasi yang kacau penderitanya kesulitan untuk berbicaraLemah, bingung dan pusing
Diagnosis

Anda harus segera memeriksakan diri anda apabila gejala diatas anda alami. Dapat sebagai peluang atau ancaman apabila anda mengalami stroke ringan. Dalam mencegahnya anda bisa memiliki peluang sehingga bisa dikatakan dengan peluang dan jika sebagai peringatan akan adanya resiko stroke berat di masa yang akan datang nanti sehingga disebut dengan ancaman.

Seperti apakah anda memiliki riwayat penyakit jantung, merokok, kolesterol tinggi, diabetes, tekanan darah tinggi termasuk apabila anda memiliki riwayat resiko stroke merupakan pertanyaan dari dokter tentang riwayat kesehatan anda apabila memeriksakan gejalanya. Untuk mengevaluasi tingkat fungsi (bahasa, motorik, visual), sensasi, kesadaran hingga menentukan tingkat stroke, lokasi dan penyebabnya merupakan pemeriksaan fisik yang mencakup pemeriksaan neurologis. Seperti tanda-tanda vital (suhu badan, respirasi, nadi), sirkulasi, pernafasan dan jalan nafas merupakan evaluasi yang akan dilakukan oleh dokter. Untuk mengesampingkan kondisi lain tentang gejala sama yang dihasilkan dan untuk membantu menentukan penyebab dari stroke maka juga diperiksa ekstremitasnya.

Dokter mungkin akan meminta untuk melakukan pemeriksaan MRI (magnetic resonance imaging) atau CT (computes tomography) pada otak anda untuk memastikan apakah penyebab terjadinya stroke ringan tersebut. Selain itu bisa juga dilakukan dengan menggunakan rontgen jantung, Doppler atau MRA (magnetic resonance angiography) yang merupakan pemeriksaan lain atas kondisi sirkulasi darah dan kondisi jantung.

Penanganan

Untuk mengurangi resiko kembalinya stroke maka penggumpalan darah akan dicegah dengan obat-obatan yang telah diberikan oleh dokter bila anda terkena stroke ringan yakni anti platelet dan anti-koagulan. Pada pasien pasca stroke obat yang paling banyak di berikan adalah jenis obat aspirin. Untuk mengoreksi maka pembedahan atau stent arteri carotis mungkin akan dilakukan apabila terjadi penyempitan pada pembuluh arteri di leher anda.

Nah, itulah selengkapnya tentang gejala stroke.